Pressure Creates Diamond

Arang harus ditempa dengan tekanan mahadahsyat untuk menjadi intan benda berharga yang memancarkan kilauan nan cantik

“Ketika kumohon pada Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat. Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan, Allah memberiku masalah untuk kupecahkan”

Intan, mineral berharga nan indah, penakluk hati kaum hawa dan kaum berada, pada mulanya tak ubahnya hanyalah arang abu tak berharga, hitam dan rapuh. Abu ini kemudian mendapatkan tekanan maha dahsyat oleh perut bumi yaitu 600.000 kali tekanan udara yang kita rasakan. Bukan hanya itu sang tak berharga abu juga harus menderita panas yang luar biasa yaitu 1.000OC suhu yang cukup untuk membuat seng berubah menjadi uap. Bila tidak ditempa suhu dan tekanan yang maha dahsyat ini, niscaya sang intan nan cantik yang juga merupakan benda terkeras di alam manusia ini tidak akan pernah terbentuk dan tidak akan menjadi ujung mata bor, senjata utama para tukang bor minyak dan tambang untuk menghancurkan batuan.

Itulah hukum alam, alias sunatullah yang harus dilalui sang intan. Bagitupun sunatullah ini berlaku pada manusia. Cobaan dan peristiwa-peristiwa yang mungkin terasa berat akan menguntungkan manusia karena manusia akan semakin matang. Nabi SAW harus menghadapi cobaan yang berat, ancaman pembunuhan, peperangan dll dikala dia melaksanakan tugas sebagai Rosul Allah. Soekarno juga merasakan pahit manisnya cobaan sebelum dia berhasil membawa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan. Begitu banyak kisah-kisah orang besar dan sukses yang harus menempuh jalan mendaki lagi sukar untuk mencapai kesuksesan dan kemulianya.

Bahkan Allah memberikan reward derajat keimanan yang tinggi bagi hambanya yang lulus ujian dan cobaan. Artinya ujian adalah keniscayaan bagi orang yang ingin mendapatkan keimanan yang tinggi. Seperti keniscayaan yang harus di alami arang untuk menjadi intan yang berharga, begitupun kita sebagai manusia. Sebagaimana Allah berfirman:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan
(saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka
tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang
sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui
orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta.” (Al Ankabut 1-3)

Itulah keniscayaan jalan mendaki lagi sukar yang harus si tempuh seseorang untuk menjadi pribadi yang bahagia dunia dan akhirat.

Seorang pengusaha yang ingin berhasil , niscaya dia harus pantang menyerah, jatuh dan bangun dari masalah dan terus tidak menyerah untuk membantu sesama.

Pelajar yang ingin sukses, niscaya dia harus menempuh jalan mendaki untuk selalu semangat melawan kemalasan, jujur saat ujian dan terus melakukan yang terbaik.

Seorang pemimpin yang ingin menjadi pemimpin agung, niscaya dia harus menempuh jalan mendaki lagi sukar, melawan kemungkaran dan bertindak adil.

This is because “Pressure Creates Diamond”
wallahualam

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

3 comments

  1. Aswin

    hmm..
    diamond emg cantik..
    tak hanya keras tpi jga memukau yang melihatnya..
    alangkah senangnya
    bila kita bisa menjadi diamond di kehidupan..
    menjadi suatu yg indah di mata manusia lain…
    ..

  2. purwatiwidiastuti

    Allah akan memberikan segala sesuatunya indah tepat pada waktunya

    purwati
    http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
    http://purwati-ningyogya.blogspot.com
    http://purwatining.multiply.com

  3. Ping-balik: Kerja! | Mencitkaleng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: