Termodinamika, Entropi dan Jiwa

Dari waktu kewaktu, bila dibiarkan, semua akan menuju kehancuran. Besi bila dibiarkan akan menuju susunan partikel yang tidak teratur atau hancur (karat)

Sudah merupakan hukum alam bahwa suatu perubahan atau proses yang dapat berlangsung dengan sendirinya (spontan) adalah proses atau perubahan yang perubahanya cenderung menuju keadaan yang lebih tidak teratur atau peningkatan derajat ketidakteraturan (entropi). Contoh, proses pembakaran bensin dapat berlangsung dengan sendirinya karena mengubah dari kondisi cairan menjadi bentuk gas, dimana gas lebih tidak teratur dari cairan. Begitu juga korosi (pengkaratan) dapat berlangsung dengan sendirinya karena mengubah dari kondisi logam yang padat menjadi kondisi karat yang rapuh, artinya karat lebih tidak teratur dari pada logam. Begitulah proses yang berlangsung dengan sendirinya dimana akan disertai peningkatan ketidakteraturan (entropi).

Apabila proses dibalik, yaitu dari kondisi yang tidak teratur menjadi kondisi yang lebih teratur maka proses itu tidak akan terjadi dengan sendirinya (tidak akan spontan), namun proses ini dapat terjadi apabila mendapatkan energi dari luar. Contoh, untuk membuat batu bata yang padat dan kokoh dari pasir tanah, maka manusia harus memberi pasih tanah ini energi dari luar yaitu panas sehingga mengubah tanah yang rapuh menjadi batu bata yang kokoh. Begitulah proses yang menuju keteraturan harus membutuhkan energi dari luar.

Kedua prinsip diatas digunakan oleh para peneliti di laboratorium untuk memprediksi apakah reaksi kimia dalam suatu percobaan dapat berlangsung dengan sendirinya (spontan) atau diperlukan energi dari luar (listrik misalnya) agar reaksi tersebut dapat berlangsung. Prinsip ini lebih dikenal dengan nama hukum kedua thermodinamika yang menyatakan bahwa reaksi spontan hanya akan berlangsung bila entropi (ketidakteraturan) sistem dan lingukngan (universe) semakin besar.

Dari prinsip entropi tersebut dapat kita lihat bahwa reaksi spontan, yaitu reaksi yang berlansgung dengan sendirinya, cenderung mengalami peningkatan ketidakteraturan, atau dengan bahasa lain bila suatu benda dibiarkan dengan sendirinya di alam ini dari waktu ke waktu maka sudah pasti perubahanya akan menuju ketidakteraturan. Besi bila dibiarkan maka dari hari-kehari akan semakin tidak teratur karna menjadi karat. Manusia akan menjadi tanah. Alam semesta semakin megembang dan galaksi semakin menjauh, etc.

Itulah sunatullah. Begitupun jiwa atau ruh (rukyah) manusia. Rukyah manusia bila dibiarkan dengan sendirinya maka dari waktu kewaktu rukyah juga akan semakin tidak teratur. Bila dibiarkan, jiwa manusia akan cenderung subyektif, cenderung menginginkan kenikmatan sesaat, cenderung mengikuti nafsu, cenderung bersenang-senang, cenderung malas, etc, cenderung untuk merugi. Sunatullah ini sudah Allah SWT kabarkan kepada manusia dalam surat Al-Asr “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian”.

Sungguh sangat rugi diri ikita bila mempunyai raga yang sudah pasti dari waktu ke waktu akan hancur namun rukyahnya juga hancur. Boleh-boleh saja dari waktu-kewaktu raga semakin tua dan akan menjadi tanah, namun ruhaniah kita semakin lama harus semakin kuat. Saat berpisah dengan raga, rukyah hendaknya harus pada keadaan tingkat keteraturan (iman &taqwa) tertinggi.

Seperti kata hukum kedua termodinamika, sudah pasti untuk membentuk rukyah yang dari waktu ke waktu semakin teratur tidaklah berlangsung dengan sendirinya (spontan). Untuk membentuk perubahan rukyah yang semakin teratur maka dibutuhkan energi murni positif. Energi itu adalah Al-quran dan Sunnah. Al-quran yang dibaca dan di tadaburi akan menjadi energi kita, karena disana berisi petunjuk (perintah dan larangan ) bagaimana untuk membuat entropi rukyah menjadi semakin teratur. Contoh: Orang yang membaca Al-quran, saat rukyah akan menjadi malas, akan ingat surah Al A’raf “janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai”. Saat akan putus asa, maka akan ingat surat Yusuf “Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir.” Saat akan korupsi maka akan ingat surat Al-Muthaffif “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang” Etc. Selain itu Allah SWT memberi reward ketenangan rukyah bagi hamba-hambanya yang ingat padanya. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS:Ar-Raad:28).

Selain itu energi juga bisa kita dapatkan dari oran lain, dari nasehat orang lain, nasehat-nasehat kebaikan yang bersumber dari Alquran dan Sunnah.

Namun, manusia hidup dalam dimensi waktu yang tiap detik waktu terus berubah, dan manusia akan mengalami dinamika jiwa seiring waktu itu. Oleh karena itu energi positif itu juga dibutuhkan dan diisi (di-recharge) tiap waktu pula. Sehingga kita harus senantiasa (istiqomah) melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganya. Sebuah keniscayaan bagi manusia untuk selalu dinasehati dan diingatkan tiap waktu. Dibalik kesuksesan seorang suami, pasti ada istri yang selalu memberikan semangat dan motivasi kapada sang suami dan sebaliknya.

Jadi sebuah keniscayaan, bila kita tidak ingin roh kita hancur (merugi), kita harus memberikan energi positif tiap waktu dengan cara, ingat kepada Allah, melaksanakan perintah dan menjauhi laranganya dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jaga kekhusukan sholat sunnah dan wajib. Jaga tilawah dan tadabur. Jaga untuk berbuat baik. Jaga untuk mensupport dan menasehati orang lain.

Waallahualam

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

One comment

  1. Seharusnya tulisan ini bisa masuk dalam Mukaddimah textbook Thermodynamics atau pengantar kuliah hari pertama. Keren Mas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: