Kenapa Kita Lulus dan Di Sini

Sabuga, 3 maret, 2007

Yang terhormat,
Rektor ITB
Ketua dan para Anggota Majelis Wali Amanat
Senat Akademik dan Majelis Guru Besar ITB
Para Pimpinan Fakultas dan Program Studi di Lingkunagn ITB
Para Dosen, Tamu Undangan, Orang Tua Wisudawan, serta Rekan-rekan wisudawan yang berbahagia

Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Salam sejahtera bagi kita semua
Selamat pagi,
Salam Ganesha.

Saya mewakili seluruh wisudawan ITB dan merupakan kebanggaan bagi saya untuk berdiri di sini. Ditempat inilah kita dulu dinyatakan secara resmi menjadi mahasiswa, dan di tempat ini juga kita dinyatakan sebagai Sarjana ITB.

Banyak yang kita alami saat menjadi mahasiswa ITB, saat kita disibukkan dengan tugas-tugas yang rasanya tidak akan berakhir. Saat dimana semua menjadi hambatan. Hambatan yang mungkin menjadi masalah besar bagi sebagian besar masyarakat adalah masalah ekonomi, tetapi di ITB saya tidak merasakan hal itu menjadi hambatan yang besar karena dengan caranya sendiri ITB telah membantu saya mewujudkan salah satu mimpi untuk menjadi sarjana. Tetapi di sisi lain ada pendorong yang mendorong kita untuk tetap maju. Pendorong terbesar tentulah orang tua, keluarga yang tanpa hentinya berdoa agar kita memperoleh yang terbaik. Sahabat dan lingkungan tentu juga menjadi pendorong kita untuk tetap maju.

Tapi, mengapa kita lulus kuliah….sekarang dan disini? Apa kita diminta segera membalas budi baik orang tua kita. Atau karena diminta membereskan masalah bangsa dengan segera?Atau mungkin ada orang lain yang sangat segera butuh bantuan kita?

Namun, mengapa kita lulus kuliah..sekarang dan disini?. Tentu bukan karena agar kita cepat dapat pekerjaan dengan gaji tinggi. Apalagi agar kita bersenang-senang memikirkan diri sendiri.

Karena, kira-kira bukan ini alasan Tuhan memberi kita kesempatan kuliah di sini.

Mungkin Tuhan ingin kita yang memikirkan caranya banjir diantisipasi, lumpur panas diatasi dan kecelakaan transportasi dapat diminimalisasi.

Mungkin Tuhan ingin kita juga yang memikirkan bagaimana caranya membuat kendaraan sendiri, membuat alat telekomunikasi sendiri dan makan dari padi yang ditanam sendiri.

Mungkin Tuhan ingin kita yang memberitahu para koruptor alasan mengapa kita tidak perlu korupsi.

Tentu ada alasan mengapa penduduk negeri ini banyak jumlahnya. Ada potensi yang belum kita kembangkan. Ada keberanian yang belum kita tunjukkan. Jika perjuangan dilakukan oleh sedikit orang…tentu beratnya beban akan mengurangi kemungkinan berhasil dapat terwujud. Tapi kita punya semangat yang sama, visi yang sama, walau mungkin dengan cara yang berbeda-beda. Semoga suatu saat Tuhan memberi kita kesempatan berjumpa lagi di muara kebahagiaan yang berbeda. Nanti dan mungkin tidak disini.

They need us


Kemajuan yang kita dapat, disadari atau tidak, kita peroleh secara akademik dan non akademik. Dalam akademik, kita banyak mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan baru yang membantu sisi intelektual kita. Dalam hal non akademik terutama melalui unit-unit dan himpunan, kita banyak mempelajari teamwork, kemandirian, sosialisasi dan entrepreneurship, yang membantu sisi emosional kita. Kedua hal tersebut, langsung maupun tidak langsung membentuk kepribadian, cara pandang dan pola pikir yang nantinya menjadi modal untuk melangkah ke depan. Dalam kehidupan kampus, kita mengerti arti persahabatan, kejujuran dan tanggung jawab mulai dari masa orentasi siswa, kuliah rutin, praktikum dan saat melaksanakan Tugas Akhir.

Dalam perjalanan menjadi seorang sarjana, kita keluarkan kemampuan terbaik. Setelah lulus kita akan berpisah, memilih jalan hidup masing-masing, bersiap menghadapi real world dimana tidak ada yang memarahi, membimbing dan menuntun kita. Kita berdiri dan melangkah di atas kaki sendiri, untuk itu thing what we have to do is DO OUR BEST. Kita punya impian, setinggi apapun impian itu berusahalah dan tetap berusaha. Yang harus kita lakukan saat ini adalah, jika semangat kita melemah, ingatlah perjuangan kita untuk mencapai hari ini, dimana kita dinyatakan sebgai Wisudawan. Go Fight Win

Akhir kata, saya mewakili wisudawan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang telah menjadikan semua berjalan mengalir seperti air.

Kepada oarang tua dan keluarga kita masing-masing, terimakasih atas dukungan dan restunya.

Kepada Institut Teknologi Bandung, seluruh staf pengajar, terimakasih banyak atas pendidikanya, bimbinganya, segala masukan, kesabaran dan dedikasinya. Kepada seluruh karyawan terimakasih atas bantuanya yang memungkinkan proses belajar dapat berlangsung.

Dan kepada seluruh wisudwan dan teman-teman seperjuangan, terimakasih atas persahabatan dan kebersamaanya. Semoga Sukses

Terimakasih,

Wassalamu’laikum Wr. Wb.
Wakil wisudawan,

Imam Santoso
NIM: 12103012

Sabuga, 3 Maret 2007

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: