Kita adalah Alien

Kita minum air bukan? Yang jelas apapun bentuk minumanya pasti ada airnya sebagai pelarut. Nah tahukah kawan dari mana air berasal? Apakah air diciptakan di bumi?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa air senantiasa bergerak dalam suatu siklus yang sempurna. Air yang kita minum berasal dari air tanah, air tanah berasal dari hujan. Air hujan berasal dari laut. Air tanah bergerak menuju laut. Air laut dari mana? Air yang di bumi berasal dari mana?

Siklus Air


Kita sendiri adalah air (80%), kita berasal dari air, kita setiap hari berjibaku dengan air. Namun kita jarang memikirkan dari mana air itu sendiri, dari mana tempat kita berasal. Padahal berfikir itu penting agar kita tahu siapa kita sebenarnya, mau kemana kita dan untuk apa kita

Allah berfirman:
Allah menurunkan air dari langit, maka hiduplah dengan itu bumi sesudah matinya. Sungguh, pada hal itu terdapat ayat-ayat bagi mereka yang mendengarkan (Al-Qur’an, Surat An-Nahl 65).

Allah menjelaskan bahwa Allah menurunkan hujan dari langit, artinya air itu berasal dari langit. Lantas apakah yang dimaksud turun dari langit pada ayat diatas adalah air hujan? Hujan yang seperti biasa terjadi pada musim hujan?

Ternyata maksud ayat di atas adalah air itu pertama kali memang jatuh dari luar angkasa. Dikirim oleh Allah dari langit purba, dengan berkendara komet. Seperti yang kita ketahui hampir 83% bagian komet tersusun atas air Ini. Sehingga saat komet jatuh ke bumi, maka saat itu air jatuh. Turun dari langit dan sampailah ke Bumi.

Fakta ilmiah saat ini menunjukkan bahwa air yang ada di bumi memang berasal dari komet. H2O dari air laut dan H2O dari komet mempunyai perbandingan isotop hidrogen dan deuterium yang sama. Artinya air yang ada di bumi memang berasal dari luar angkasa, masuk dan jatuh ke Bumi bersama komet. Jadi jelas bahwa Allah menciptakan kita dari air, memberikan minum kita dengan air dan semunya dikirim oleh Allah dari angkasa. Dikirim pada saat awal mula bumi ini tercipta.

Komet mengandung 83% air


Ini semakin membuktikan bahwa apa yang dikatakan Al-Quran ratusan tahun silam adalah benar. Jadi hanya orang aneh yang mengatakan kalau Al-Quran itu buatan manusia.Jadi kita harus semakin yaqin dengan apa yang dikatakan Al-quran karena itu berasal dari Allah.

Mempelajari ilmu pengetahuan itu penting. Dengan belajar dan berfikir kita diharapkan semakin mengerti bahwa ada Tuhan di sana, bahwa dunia ini fana dan bahwa kita akan dipertemukan denganNya kelak.

Bila kita sudah yakin kalau ada Tuhan, sudah yakin kalau akan ada hari akhir, sudah yakin kalau akan dipertemukan dengan Tuhan dan akan mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan , lantas apa selanjutnya?

Selanjutnya adalah seperti dalam surat Al Asr. Demi waktu manusia itu rugi, kecuali orang-orang yang menyibukkan diri dengan melakukan kabajikan

Orang yang yakin akan bertemu dengan Tuhan ia akan berhati-hati selama di dunia. Ia akan mengisi hidupnya dengan mencari bekal kebaikan sebanyak-banyaknya untuk pertemuan nanti. Bagaimana mungkin bisa mendapat bekal yang banyak bila ia menyiakan waktu? Akankah kita dapat banyak (apapun itu, uang contohnya) bila kita diam, kita tidur, kita malas dll?

Wallahualam
AIR (Aku Imam Rek)

Referensi:
Al-Quran
Dr. Irfan Anshory blog, http://irfananshory.blogspot.com/

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

2 comments

  1. siti nurlaela

    Alhamdulillah, terima kasih untuk tulisan yang menambah ilmu dan kefahaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: