Bila Nyawa Telah didownload

Ada yang menarik ketika BJ Habibie menjelaskan tentang kepergian istri tercintanya, Ibu Ainun, dalam buku terbarunya. Dia menjelaskan dengan istilah-istilah teknologi, ciri bapak yang satu ini banget. Habibie menggambarkan ketika Ibu Ainun meninggal sejatinya Tuhan telah “mendownload” nyawa (roh) nya. Habibie mengatakan bahwa manusia itu seperti komputer yang terdiri atas hardware dan software (Operating System). Hardware-nya adalah tubuh dan software-nya adalah roh atau nyawa.

Bagi kita yang pernah mempunyai komputer yang rusak parah dan tidak bisa dipergunakan lagi dan kita ingin memback-up data, tentunya akan gampang memahami kematian. Hardware komputer seperti raga manusia. Saat hardware tidak bisa digunakan lagi maka hardware komputer ini harus dibuang. Begitu juga bila raga telah rusak dan mati maka raga ini juga harus dikubur.

Namun roh itu seperti software, bukan software sembarangan, tapi sowftware cerdas alias intelligent software. Boleh saja computer rusak, dan kemudian dibuang tapi data dan software masih bisa didownload untuk di back up. Begitu pula saat manusia mati, jasad akan rusak, namun roh ini bisa didownload dan akan tetap ada. Tuhan akan “mendowload” dan menyimpan roh (intelegent software) ini menjadi data abadi di tanganNya. Seperti saat kita menyedot data menggunakan bluetooth, berkendara gelombang elektromagnetik, tanpa perantara, menembus batas ruang.

Setaip detail data akan terekam dan tersimpan dengan sempurna

Bukan hanya itu, bagi kita yang setiap hari sering simpan-menyimpan data dalam flashdisk atau hardisk akan sangat gampang memahami bagaimana mudahnya Tuhan menyimpan data-data kehidupan kita yang sangat banyak. Kita saja saat ini mampu menyimpan data yang sangat besar dan mengkompresnya kemudian menyimpanya dalam tempat yang kecil. Bila, manusia saja mampu merekam sebegitu besar data dan menyimpanya menjadi bentuk yang mungil, tentunya mudah bagi Tuhan untuk merekam dan mengabadikan semua rekam jejak milyaran manusia, mulai sejak Nabi Adam. Malaikat Rokib dan Atit bukan hanya mencatat tapi juga dengan mudah memvideokan setiap detail tindakan milyaran individu-invidu dan menyimpanya menjadi data yang mungil, kecil. It is very easy for Me (God said)

Apalagi, bila kita sering mengoperasikan computer dan mengetahui istilah history atau register, mudah bagi kita memahami bagaimana Tuhan akan mengetahui apa-apa yang telah kita lakukan. Dalam history software computer, bila kita buka, kita akan mengetahui digunakan untuk apa saja, dan telah membuka apa saja software tersebut. Begitu pula bila nyawa kita adalah software, maka sejatinya ada historical yang disimpan oleh software ini, tentang apa-apa yang telah dilakukan dan apa yang difikirkan. Masuk akal kan?

Kemudian saat kita meninggal, Tuhan akan mendownload nyawa kita, berikut dengan informasi detailnya (historical). Semua detail akan tersimpan dengan sempurna, tak ada satupun yang luput.

Hingga pada saatnya tiba, saat kita dikumpulkan di padang mahsyar, software akan dire-install kembali, semua data akan dibuka ,semua dipertontonkan kepada kita. Apa-apa yang pernah kita lakukan akan terbuka semua. Rekaman-rekaman video malaikat Rokip-Atit yang selama ini disimpan akan diputar. Kita akan melihat semua video-video diri kita itu. Dan tentunya kita akan dimintai pertangung jawaban. Masuk akal bukan? Semua tak ada yang luput.

Mumpung masih hidup, sungguh indah hidup ini bila kita merasa diawasi, merasa setiap saat ada yang sedang mendokumentasikan kita. Yang jelas saat roh kita sudah didownload maka kesempatan untuk membersihkan diri dari virus-virus dan meng-edit kembali menjadi lebih baik itu sudah tidak bisa, kecuali karena rahmatNya

Walluhualam,
Imam

“Manusia itu tercipta untuk kehidupan abadi (akhirat). Janganlah engkau jadikan masadepanmu yg abadi itu gelap dan menyengsarakan hanya karena lupa diri dengan kesenangan sesa’at namun menyesatkan masa depanmu itu”

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

3 comments

  1. wah2 keren mas.. saya ijin reblog ya.. 🙂

  2. Reblogged this on colorful | meaningful and commented:
    Masih ingat ketika kita menyinggung ttg usia? masa hidup? ya, hanya Allah yang tahu semua itu. kita hanya bertugas mempersiapkan “data” apa saja yang nanti akan di”reinstall” oleh-Nya di akhirat sana. so, jangan pernah menyia-nyiakan waktu, jadikan setiap detik dan detak adalah manfaat. jangan menunda-nunda kebaikan, dan jangan malas. #ini juga nasihat untuk diri saya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: