Bertamasya ke Langit

Mari pergi ke angkasa. Bawa anganmu, bawa citamu, kita berangkat bersama-sama, dari mana saja, dari desa bersawah, dari rumah bertikus, dari kasur berkayu, dari lantai bercacing, dari atap berair. Kita akan pergi melihat Aurora, kita akan bejumpa Andromeda. Kita akan bertemu Mintaka. Jaga anganmu dan citamu, jagan pernah biarkan padam selama perjalanan. Tetap nyalakan membara

Bila engkau siap, mari kita pergi. Kita akan pergi dengan kecepatan supercepat, melebihi kecepatan cahaya, karena dalam sedetik angan kita bisa di ujung langit pertama melihat benda angkasa yang berputar-putar melayang-layang dalam satu tarian kosmos, hingga engkau menyadari betapa kita harus tunduk dan patuh pada Tuhan dan dalam detik berikutnya kita bisa berada di dekat bintang yang menyala merah. Melihat panas milyaran derajat dalam reaksi nuklir berantai yang tak terbendung.

Pegangangan yang erat, karena kita sudah tinggal landas. Sebentar lagi kita akan meninggalkan atmosfir. Dan kau akan bertemu dengan aurora, sebuah hiasan indah langit kutub yang berpendar terang seperti selendang sutra mengkilau warna-warni. Kau akan takjub.

Bila malam datang, langit kutup akan mengkilau. Seperti yang kau lihat sekarang. Lihatlah semburat cahaya yang meliuk-liuk indah itu. Tak ada manusia yang mampu menciptakan keindahan serupa. Cahaya itu begitu indah. Cahaya yang menghibur para pinguin. Cahaya menerangi setiap kepakan sayab burung albatross sebelum mereka meninggalkan kutub untuk perjalanan jauhnya.

Kenapa aurora begitu cantik, sehingga ujung bumi itu seperti? Itu karena bumi mempunyai magnet alam yang dengan setia melindungi bumi. Dengan magnet itu bumi merubah kejahatan dan amarah badai luar angkasa menjadi keindahan.

Hai…jangan bengong sebentar lagi kita akan sampai di tepi galaksi tempat kita tinggal. Kau akan takjub lagi. Bila dilihat dari bumi galaksi ini ini seperti pelangi raksasa di malam hari. Sebuah larikan melengkug yang berisikan milyaran bintang-bintang yang tersusun rapi. Di ujunganya ada rasi bintang layang-layang yang benangnya seperti terulur di ujung bumi. Kita melihatnya tiap malam, tapi kita tidak sadar akan pelangi malam itu.

Aku tahu tentang hisan langit ini saat aku kecil, saat aku berkemah dan menyalakan api unggun di tanah lapang. Saat itu kita bercengkrama tentang langit, membaca rasi dan arahnya. Dan juga berteka-teki. Saat itu kakak pembinaku menanyakan kepada kami, sambil menunjukkan jari telunjuknya ke langit.

“lihatlah itu, apakah itu awan? banyak mengira bahwa itu adalah awan, tapi itu bukan awan. Itu adalah tepi galaksi kita. Bintangnya banyak sekali, sehingga terlihat seperti awan. Lihatlah di ujung sana. Pelangi itu sampai ujung sana, melengkung panjang seperti busur, menghubungkan ujung utara dan selatan bumi dan lihatlah kumpulan bintang itu berarak kompak”.

Lalu dia berteriak : “kita harus kompak anak-anak, bila kamu tersesat di malam hari, tinggal lihatlah langit. Bintang-bintang itu adalah petunjuk. Dan kau akan sampai tenda lagi. Jangan pernah takut pergi ke ujung bumi karena bintang-bintang itu akan selalu ada untukmu”

Mungkin kakak pembinaku kala itu ingin mengatakan bahwa kita jangan takut bercita-cita. Dia juga ingin mengatakan bahwa kita harus kompak, saling tolong menolong dan mengerti satu sama lain dalam regu pramuka kami. Kompak seperti susunan bintang-bintang di langit yang terikat oleh gravitasi yang tak pernah terlihat mata. Tetap terpadu membentuk susunan indah yang menerangi semesta.

Tetap pegangan dan tutup matamu sebentar. Dan buka setelah aku kasih aba-aba. Kita harus terus naik meninggalkan bumi menuju tepi galaksi ini, lalu meninggalkanya. Sampai engkau melihat milyaran galaksi yang lain yang menyusun semesata ini. Hingga engkau tak mampu lagi berkata-kata. Hingga engaku faham betapa bumi hanyalah sebutir pasir dijagad raya. Guruku pernah berkata kepadaku

“Dan setelah kita memahami bahwa bumi hanyalah sebutir pasir di jagad raya, akan sebesar debu apakah gerangan amal shaleh yang nanti kita banggakan di hadapan Allah lalu dengan tidak tahu malu menuntut surga-Nya sebagi ganti?” (Irfan)

Tak susah bagi Allah mengamati semua apa yang terjadi di dalam sebutir pasir kecil itu berikut semua tingkah laku penghuninya.

Oh..Kita hampir meninggalkan bimasakti. Galaksi bimasakti kita yang terususun dari milyaran matahari dengan tetangga terdekatnya bintang alpha centauri dan bintang Sirius.

Hei..kenapa kita harus bercita-cita dan berubah? Lihatlah apa yg diajarkan alam semeseta ini. Kehidupan itu seperti semesta yang punya akhir. Kehidupan ini seperti galaksi dan bintang-bintang yang terus menerus berubah, bergerak dan saling berharmonisasi. Ada yang mati dan ada yang lahir. Kehidupan itu perubahan berkesinambunagn hingga sampai batas akhir yang tidak bisa kamu ketahui. Manakala sebuah ciptaan kehidupan enggan berubah menuju kebaikan, sejatinya ia melupakan arti kehidupan. Walapun secara fisik ia hidup namun jiwanya telah mati.

Ok..sekarang kau boleh membuka matamu. Lihatlah gulungan cahaya raksasa berwarna cerah dengan kilau mutiara-mutiara di pinggirnya. Itu adalah Andromeda. Sebentar lagi kita sampai.

Bersambung
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang. Dan hari yang dijanjikan. Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan” (QS 85: 1-3)

Aurora Australis

Penampakan Spiral Galaksi Bimasakti dari Bumi. Kita melihatnya tiap malam tapi tidak sadar

Letak matahari kita (Solar system) di galaksi bima sakti

Bimasakti hanyalah satu dari milyaran galaksi di alam raya

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

3 comments

  1. tias

    Pingin liat aurora

  2. aulia

    mantap mas imam…salam ama bintang-bintang di Finland yah mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: