Bangunan-bangunan bukti Mu’zizat

Mohon maaf bila sering membaca tulisan tentang ini 🙂

Al-Qur’an kitab suci umat islam dan merupakan mu’zizat terbesar. Al-Qur’an adalah wahyu Allah, bukan hasil budaya atau karangan Nabi Muhammad SAW. Tidak ada keraguan didalamnya yang petunjuknya akan terus relevan sampai akhir zaman dan berlaku bagi semua manusia di bumi ini di manapun mereka berada berada, karena yang membuatnya adalah zat yang Maha Besar, Zat penguasa masa lampau dan masa depan, penguasa tunggal alam raya dan ilmu pengetahuan.

Bukti-bukti bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah berhamparan didalam Al-Quran. Salah satunya adalah bagaimana Allah menceritakan kisah atau sejarah beberapa umat terdahulu di dalamnya. Sejarah itu sangat penting bagi kita untuk merancang dan membangun masa depan karena dengan sejarah, kita dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Namun bukan hanya itu, dengan melihat kisah-kisah di dalam Al-Quran ini, kita akan mengetahui bahwa sumber berita tentang sejarah ini pastilah dari Zat yang maha Besar dan penguasa Ilmu.

Hal ini dapat dilihat bagaimana Al-Quran dalam surat menceritakan tentang kisah pembangunan piramida para fir’aun. Di kalangan ilmuan, bagaimana rakyat mesir membangun piramida dari sekitar 2.8 juta batu besar masih menyimpan teka-teki. Baru pada tahun 2006, setelah penelitian intensif dan menggunakan alat-alat modern, misteri ini terkuak. Ternyata rakyat mesir membuat pyramida ini dari adonan semen dari tanah liat yang dicampur dengan air sehingga membentuk lumpur, kemudian dicor dengan cetakan lalu dikeringkan.

Piramida di Giza (Gambar dari http://www.metrolic.com)

Artinya orang mesir zaman dulu telah membuat batuan penyusun pyramida melalui proses dari tanah liat, bukan dari mengambil batu alam besar di alam , yang dipotong, diangkut dan dipindahkan seperti yang diduga ilmuan sebelumnya

Juga, perlu diketahui bahwa bahan utama pembuat semen modern adalah bahan-bahan alam berupa batu kapur (CaO), pasir kaca (SiO2) dan alumina (Al2O3). Saat kita melihat pyramida mungkin kita hanya membayangkan bahwa pyramida adalah bangunan bersejarah peninggalan para Firaun. Pernahkah kita memikirkan bahwa semen buatan orang mesir puluhan ribu tahun sebelum masehi ini lebih hebat dari semen modern? Terbukti dari pyramida yg masih kokoh sampai saat ini, padahal semen buatan manusai saat ini rapuh.

“the Ancient Egyptians were not only exceptional civil and architectural engineers but also superb chemists and material scientists.They would also have to be credited with the invention of concrete, thousands of years before the Romans.That a lime-based cement cast and cured at room temperature would survive for 5000 years—while the best our civilization has to offer, Portland cement, which under the best of circumstances lasts 150 years or less—is both awe inspiring and humbling” (Barsoum,2006)

Yang menarik adalah Al-Quran yang diturunkan sekitar 1,400 tahun silam sudah menceritakan proses pembuatan batu dari tanah liat ini.

Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta.” (Al-Qashash:38)

Tapi ilmuan baru memecahkan misteri ini akhir-akkhir ini setelah menggunakan peralatan canggih.

Dari sini dapat dilihat bahwa informasi dari Al-Quran 7 abad silam pastilah informasi dari Allah, bukan karangan Nabi Muhammad, karena tidak mungkin nabi mengetahui cara pembangunan pyraida yang terjadi sekitar 25,700 tahun sebelum turunya Al-Quran itu. Pasti, Allah-lah, penguasa waktu dan ilmu, melalui malaikat jibril, yang menyampaikan wahyu tentang kisah ini kepada nabi Muhammad.

Kisah lain yang menunjukkan bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah dapat dilihat dari bagaimana Al-quran bercerita tentang negeri Iram. Negeri kaum ‘Aad.

Negeri Iram adalah negeri tempat kaum ‘Aad berada, umat nabi Hud, berada di Hadramout (saat ini Yaman). Mereka adalah arsitek-arsitek bangunan handal. Mereka mampu membangun kota-kota di bebatuan. Mereka mampu membangun bangunan dengan tiang-tiang tinggi menjulang.

Seperti dalam ayat:

“Tidakkah engkau lihat bagaimana berbuat Tuhanmu kepada kaum `Add. Negeri Iram yang memiliki tiang-tiang. yang belum pernah tercipta bandingannya di seluruh negeri.” (Al-Fajr: 6-8)

Tapi, para arkeolog Amerika baru pada tahun 1982 menemukan keberadaan peninggalan kamu Aad ini berupa tiang-tiang penyangga bangunan yang tinggi. Alquran sendiri telah menceritakan informasi negeri yang memiliki “tiang-tiang” ini pada abad ke 7, padahal peradaban iram berkembang sekitar Tahun 2300 sebelum Al-Quran Turun. Tentu, pasti zat yang maha tahulah yang mengabarkan ini semua kepada Muhammad.

Pondasi dari tiang-tiang tinggi negeri Iram


Juga kisah tentang kaum Tsamud, umat Nabi Sholah As. Kaum Tsamud hidup di sebelah utara Madinah di Lembah AL Hijr. Kaum Tsamud terkenal akan arsitektur indahnya karena mereka mampu memahat lembah karang dengan indah. Baru abad ke 19 lah, terbukti eksistensi peninggalan kaum Tsamud ini setelah arkeolog dari perancis menemukan peninggalan tebing-tebing batu karang yang dipahat ini. Tapi, sekali lagi, informasi ini telah dikabarkan Al-Quran pada abad ke 8 silam, 2100 tahun setelah peradaban Tsamud ini

Seperti ayat:

“Dan kaum Tsamud yang memahat batu karang di lembah.” (Al-Fajr)

Tidak mungkin pada abad ke 8 itu manusia mampu menceritakan apa yang terjadi ribuan tahun silam di mana tidak penelitian dan alat-alat yang memadai. Kecuali informasi ini datangnya dari Allah swt

Kota karang Kaum Tsamud


Kisah bangunan Pyramyda, Negeri Iram dan Hijr adalah salah satu bukti “Mu’jizat” Al-Quran.
Kata Allah (bahkan) bila seluruh manusai dan jin bersatu pun tetap tak kan mampu membuat yang menyerupai kitab itu.

Yang membuatnya pastilah, Allah Swt, zat penguasa ilmu dan penguasa segala masa. Bukan buatan manusia atau hasil budaya. Oleh karena sang pembuatnya adalah penguasa masa lalu, masa sekarang dan masa depan, pastilah isi nya tak kan pernah lekang dimakan waktu, tak akan ada keraguan didalamnya. Petunjuknya akan tetap sempurna sampai akhir zaman.

Jangan pernah jauh dari Al-Quran, karena ia adalah petunjuk hidupmu, saat ini dan selamanya

Pustaka
1. Al-Quran Nur Karim
2.Barsoum, M. W., Ganguly, A. & Hug, G. (2006), Microstructural Evidence of Reconstituted Limestone Blocks in the Great Pyramids of Egypt. Journal of the American Ceramic Society 89 (12), 3788- 3796.
3. Yahya, H, 2004, JEJAK BANGSA-BANGSA TERDAHULU.

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: