Untuk apa aku hidup

Bila kau rasa hidup seumpama ilalang di padang tandus, maka saat pagi pucuk-pucuk daunmu akan penuh bulir-bulir embun yang bening. Laksana kristal-kristal emas kemilau terang. Belalang, laba-laba, semut-semut akan selalu datang menemuimu untuk melepas dahaga. Kau bisa menjadi harapan hidup mahluk-mahluk itu

Bila kau rasa hidup seumpama rumpun-rumpun bakau di tanah penuh lumpur. Akarmu akan kokoh menghujam bumi, bertautan, bergandengan erat satu sama lain. Engkau bisa menjadi tempat hidup berang-berang. Burung-burung kutilang akan riang menikmati buah-buahmu yang matang. Kau bisa menjadi pelindung kampung nelayan dari ganasnya ombak.

Bila kau rasa hidup seperti dalam lingkungan beku yang menusuk tulang, seumpama es-es kutup yang melayang-layang di atas air. Maka ketahuilah, sesungguhnya engkau adalah benteng kehidupan. Kau cegah dinginya udara luar menembus dan membekukan air di bawahmu. Sehingga ikan-ikan tetap bisa berenang.

Bila kau rasa hidup ini ringan seperti angin. Kau bisa bergerak gesit dan jauh. Kau bisa membawa terbang setiap harum bunga cempaka. Kau bisa membawa awan agar ada hujan.

Itulah hidup dan untuk apa engkau hidup.
Siapapun engkau, di manapun engkau berdiri, kau bisa menebar rahmat.
Karena ketika kau mati, kau akan membawa apa yang kamu beri, bukan apa yang kamu dapat.
Agar hidup tak sia-sia.

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

4 comments

  1. Assalaamualaikum wr.wb.
    Subhanallah rangkaian kata2 nya…

    Just wondering, bikinnya berapa lama mas? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: