Bercita-citalah. Dan semesta akan mengerti

Angin sejuk gunung pun turun. Berhembus lembut, menyisir kerudung-kerudung putih yang menutupi caping-caping lebar yang dipakai tiga gadis belia itu. Gesekan melenking rumpun bambu di tepi sungai bengawan berharmoni dengan pekik gerombolan gagak hitam , mengiringi mereka untuk menyelesaikan menanam padi satu petak sawah sore itu. Ayahnya memegang tombak coklat yang terbuat dari kayu jati . Tombak itu dihujam-hujamkan ke tanah.

“jrug..jrug..jrug..” satu tombak itu terus bergerak, sesekali beralih dari tangan kiri ke kanan membuat lima puluh ribu lubang tanah sedalam 5 cm yang akan diisi padi oleh anak gadisnya. Sudah 3 hari lamanya, dan itu adalah sore ketiga.

Dan sambil menanam bibit, mereka sesekali diam tertegun memanjat doa kepada Tuhan. Mereka berdoa agar esok turun hujan. Tanganya yg kecil segera bergerak lincah mengisi lubang-lubang tanah ini dengan tiga atau empat pohon padi yang masih bayi yang baru dicabut dari persemaian.

Di balik padi itu ada harapan besar untuk keluarga itu, bukan hanya untuk ditanak menjadi nasi sehingga mereka bisa tetap hidup. Tapi ada suatu moment besar yang sebentar lagi datang, dimana padi itu menjadi bulir-bulir harapanya. Momen kenaikan kelas

Walau dekat sungai, sawah yang mereka miliki termasuk tinggi, sehingga tidak aliran irigasi yang melalui sawah mereka. Hujanlah satu-satunya harapan sumber air yang akan menghidupkan padinya. yang jelas bila sampai 5 hari kedepan tidak turun hujan, maka bibit-bibit padi yang baru ditanam di sawah itu akan menguning kering, lalu mati. Jam 4 sore, mereka telah selesai menanam dan mereka pulang.

Sepuluh kilometer dari sawah itu, terlihat gelembung buih-buih air laut biru yang tak terhitung jumlahnya terus menerus menguap cepat,. Menyembur dan terbang tinggi keatas langit, membentuk gumpalan awan tumpuk Cumulus Nimbus. Tak lama kemudian anginpun segera datang menyambut. Membawa awan hitam itu berarak menuju daratan.

Masih Di laut yg sama, mengapung-ngapung jutaan ganggang dan zooplankton. Mahluk renik renik itu melayang-layang , melepaskan zat-zat hara penyubur tanah, membentuk selaput tipis nan luas diatas laut, yang akan menempel pada gelembung air yang menyembur tadi dan terbang bersamanya menjadi awan.

Selepas isa, setelah sembahyang, aroma itu mulia merebak. Aroma khas tanah kering yang sedang tersentuh gerimis. Salah seorang gadis itu segera lari keluar rumah, terlihat hujan mengguyur deras darilangit.

“Hujaaan…hujaaaan…hujaaan…Alhamdulillah..Alhamdullillah ya Allah”

Terbayang di benaknya apa yg ia cita-citakan bersama dua adiknya akan tercapai dua bulan lagi.

Pagipun datang. Dan jauh di angkasa sana, jutaan kilometer di atas sepetak sawah, menyala terang bola raksasa. Didalamnya ada reaksi termonuklir berantai atom-atom hidrogen menghasilkan panas jutaan derajat yang cahayanya menyebar ke penjuru alam.

Cahaya luar angkasa itu menuju bumi, terus bergerak ke bawah, menembus awan dan menyinari setiap helai daun padi yang baru ditanam dan baru terguyur hujan itu.

Dengan paduan cahaya dan air yg turun dari langit , padi-padi itu dapat hidup. Ditambah unsur-unsur hara dari plankton-planton laut yg terbawa bersama hujan dan terserap akar, membuat padi di sawah itu semakin subur menghijau.

Dan akhirnya Tuhan Alam Semesta seperti mendengar setiap gema doa keluarga itu. Plankton-plankton laut, angin, hujan, tanah dan angkasa seperti berpadu dan bersinergi mewujudkan apa yg mereka citakan.

Karena tentu bukan lah bapak dan gadis-gadi itu yang mangatur hewan-hewan laut untuk menghasilkan pupuk yang akan terbang bersama awan. Lalu meminta angin mambawa awan itu ke daratan, kemudia menjadi hujan yang menyuburkan padi-padinya. Semesta telah berpadu untuk doa itu.

Dan panen pun tiba. Dan dari padi itu, ketiga gadis itu bisa meneruskan sekolahnya. Padi di jual dan digunakan untuk mabayar biaya sekolah dan seragam. Musim berganti musim, tahun berganti tahun. Bapak itu akhirnya dapat mewujudkan cita-cita ketiga putrinya untuk lulus SMA.

Aku pernah diberi tahu bahwa kita harus bercita-cita. Dan juga berdoa sepenuh hati untuk apa yang kita citakan-citakan. Karena doa kita akan didengar oleh Allah penguasala alam. Dan Ia akan menggerakkan semesta untuk mendukung, perpadu untuk mewujudkan apa yg kita cita-citakan itu. Tapi bercita-cita dan berdoa saja tidak cukup. Karena berdoa saja tanpa berusaha seperti menebar pupuk tanpa menanam benih padi.

*Tiga gadis itu adalah bibiku yang masih belia. Ketika menanam padi, aku kadang ikut ke sawah untuk bermain-main, sambil membongkar-bongkar tanah untuk mencari jangkrik sawah dan belalang sembah.

Sawah-sawah. Kerbau-kerbau. rumput-rumput. Awan-awan (gambar dari http://www.nationalgeograpich.com Boy and Ox, Vietnam Photograph by Tiong Wee Wong)

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

One comment

  1. Bercita-citalah dan Allah. Sang pengatur dan pemelihara alam semesta akan mengabulkan dan mendukung usaha da doa2mui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: