Tips Menghadapi Test SNMPTN

Buat yang barusan ikut SNMPTN namun belum lulus, jangan patah semangat beberapa PTN mengadakan test local, dan bila masih mau ikut SNMPTN lagi, kalian masih punya waktu sekitar satu tahun untuk meyiapkan amunisi. Buat yang kelas 3, siapkan diri jauh-jauh hari. Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu untuk menghadapi ujian seperti test PTN.

1 . Motivasi belajar yang kuat

Motivasi yang kuat memiliki peran yang penting. Bila diri sudah termotivasi, kita akan belajar dengan kesadaran tanpa tanpa harus diperintah-perintah. Namanya juga motivasi. Ia adalah energi dari dalam jiwa, agar mata tak malas membaca, agar tangan rajin menulis, agar tubuh mampu bangun pagi. Kita harus sering bertanya misalnya untuk apa saya belajar, apa manfaatnya kalau saya belajar, apakah ada kesuksesan dapat diraih dengan malas, apakah ada keberhasilan diraih dengan usaha setengah-setengah, apakah ilmu akan dapat diraih dengan hanya bertopang dagu? Yakinlah bahwa, Tuhan selalu bersama niat baik. Ia akan selalu bersama kita meraih kebaikan yang kita citakan dan yang Ia perintahkan? Bukankah Ia yg menyuruh kita untuk terus menuntut ilmu?

2. Kerjakan minimal 2000 soal untuk setiap pelajaran

Sebuah soal test sebenarnya materinya adalah itu-itu saja, hanya saja banyak variasinya. Soal SNMPTN matematika dasar, misalnya, mencakup, persamaan kuadrat, fungsi, statistic, logaritma, barisan dan deret dll. Hanya saja, persamaan kudrat yg seperti apa? Apakah tentang titik maksimum minimum atau mencari himpunan penyelesaian?.Bila kita sudah mengerjakan 2000 soal matematika maka kemungkinan kita telah mengerjakan soal yang mirip juga besar.

Contoh lain misalnya untuk matematika IPA, ada soal tentang integral. Maka kita akan tanya, ini pakai teknik pengintegralan yang mana? karena bila salah pilih tehnik maka waktu kita akan habis tanpa menemukan jawabanya. Namun dengan sering latihan soal, dengan sendirinya kita akan tahu”, oh soal seperti ini menggunakan teknik seperti ini”. Sense itu akan muncul dg sendirinya karena kita sudah sering mengerjakanya.

Juga setelah kita faham akan sebuah konsep yang telah diterangkan oleh guru kita , maka untuk lebih memahami dan mengetahui aplikasinya, kita perlu mengerjakan latihan soal. Atau bisa jadi ada kalanya setelah mengerjakan soal kita baru mengerti materi yg dimaksud. Mengerjakan soal dapat membantu kita mengerti materi apa yg kita pelajari.

Dengan fasilitas internet seperti sekarang kita mudah mencari berbagai soal ujian dari berbagai tahun. Pertanya’anya sudah berapa soal yang kita kerjakan? apakah semua contoh soal dalam setiap buku yang kita punya sudah kita kerjakan? Atau buku-buku itu masih halus bersih?

3. Tulis apa yang kita kerjakan dan kelompokkan (mapping) dengan rapi.

Apa yang pernah kita kerjakan, jangan di buang. Kenapa? Agar kita mudah untuk mempelajarinya kembali. Kita kadang lupa sehingga kita perlu mengeceknya ulang. Dan agar mudah mengeceknya maka kerjaan haruslah terstruktur dengan baik dan rapi. Misal kerjakan soal-soal fisika dalam buku khusus “latihan soal fisika”. Bukan tercecer dalam banyak buku dan kertas sehingga kita kesusahan untuk mencarinya kembali.

4. Jangan menganaktirikan pelajaran.

Mungkin sebagian dari kita ada kecenderungan untuk mencintai pelajaran tertentu. Misalnya, saya suka matematika dan kimia. Namun jangan sampai kecintaan kita pada pelajaran ini menelantarkan pelajaran yang lain, padahal pelajaran itu juga di testkan dengan bobot yang sama. Nilai benar satu soal matematika dengan satu soal bahsa Inggris adalah sama dalam SNMPTN.

5. Belajar dengan mengajar (belajar bersama)

Ketika teman kita bertanya dan kita membantu menyelesaikanya, maka hal ini dapat membantu kita kita semakin mengerti dan mematri materi tersebut dalam otak kita. Terlebih bila pertanyaan dari teman kita itu tidak mampu kita jawab. Ini bisa menjadi pendorong kita memperdalam materi lagi untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut sehingga kita akan semakin mengerti.

6. Buku panduan lebih dari satu.

Setiap buku mempunyai keunggulan dalam bebarapa hal yang mungkin tidak ada di buku lain. Misal, contoh soal atau rumus ini bisa jadi tidak ada di buku lain. Sehingga bila mungkin baca buku panduan untuk setiap pelajaran lebih dari satu penerbit.

7. Buku khusus rumus.

Bila perlu buat buku khusu berisi rumus-rumus penting. Sehingga bila kita mengerjakan soal dan kita lupa rumusnya, kita tinggal membuka buku tersebut.

8. Ikut try out

Try out SNMPTN misalnya, sangat membantu untuk mengevaluasi sejauh apa kemampuan kita. Bila ternyata hasilnya belum sesuai harapan artinya kita mungkin masih perlu belajar lebih keras lagi. Bila hasilnya bagus, jangan cepat puas, karena seperti apa pastinya soal ujian kita tidak tahu walau kita bisa memprediksi kisi-kisi yang akan keluar.

9. Ikut Bimbel,

Ikut bimbel bisa membantu. Misalnya, di bimbel kita bisa konseling. D isana juga diajarkan cara-cara teknis bagaimana menyelesaikan soal-soal tertentu dengan trik-triknya.

10. Istiqomah alias konsisten

Tidak ada keberhasilan yang instant. Semua membutuhkan kesungguhan dan keistiqomahan. Patuhi jadwal belajar harian, misal minimal belajar di rumah 1.5 jam tiap hari. Bila malas datang, jangan malas terlalau lama . Terus belajar dan mengajar, capai target 2000 soal untuk tiap pelajaran. Bila motivasi turun, datangi teman yang sekiranya akan membuat kita bangkit atau baca buku dan novel yang menginspirasi.

Selamat mencoba semoga berhasil

Penulis pernah gagal pad SNMPTN 2002 dan peraih skor tertinggi SNMPTN di Jurusan teknik pertambangan ITB 2003

Test SNMPTN (foto dari infobdg.com)

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

4 comments

  1. Ramadhana Ibnu Akbar (@ibnuakbarr)

    tapi sekeras apapun mas kalau bukan takdirnya percuma mas, saya udh ngelakuin hampir semua yg di atas tp tetep gagal hehehe
    eh mas, di ITB ada ya yg ikut SNMPTN 3 kali baru lulus? apa banyak?

    • Betul Mas, masalahnya kita tidak tahu takdir kita. Yg bisa kita lakuka berusaha dan berdoa. Lalu serahkan hasil kpdNya. Insyaallah itu yg terbaik. Wah saya gak survey berapa jumlahnya Mas :-), tapi ada beberapa adik kelas saya. Yg terpenting bukanlah kita lulus dr mana, tapi bagaimana kita menggunakan ilmu kita utk kemaslahatan umat 🙂

  2. yusril

    Saya terpukul sekali karena saya gagal masuk jurusan FTTM ITB tahun ini. padahal itu adalah cita” saya sejak bangku sekolah . Saya sudah menjalani kegiatan” diatas . Saat Try out Di bimbel pun Passing Grade saya memuaskan .Hanya karena saat hari H tubuh saya kurang Fit saya harus menerima kekecewaan dari orang tua .Sekarang saya harus berusaha dari awal lagi untuk mencapainya . atau tidak sama sekali 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: