Partikel 0. Allice (prolog)

Prolog:

Sabik : “Kalaupun ada yang suka tapi sayang karena jarang yang mau memperjuangkanya. Tak punya nyali…kayak kamu”

Amar: “Maaf Mas… gimana Ya….aku nanya tadi hanya iseng kok, cuman pengen tahu gimana kabarnya..”

Sabik: ” Kenapa sih malu, sekarang kan zaman teknologi. Batas geografi tak menjadi arti. kenapa tidak kamu kirim email sekedar say hai . Hai Alice how is life there atau hanya sekedar how is your study goin ”

Entah kenapa sore itu keinginan Amar untuk mencari kabar tentang Alice gadis bule itu begitu kuat hingga terbaca oleh Sabik. Pertemuan singkat dengan Alice 1.5 tahun silam sepertinya membekas mendalam dihati pemuda hitam manis yang udah sekian lama menjomblo.

Ya. Singkat. Namun????? Aduuuh booo’. Bagimana tak mendalam wong orang tuannya sempat mengundang Amar kerumahnya. Ayah ALice adalah seorang guru ‘kebudayaan’ di sekolah setingkat SD di Australia. Ia adalah bule keturunan Belanda. Ia beda dg bule pada umumnya. Ia cinta banget ama Indonesia dan sepertinya rasa itu juga ia wariskan kepada Alice, anak gadisnya yang baru saja masuk kuliah di UQ tempat Ia bertemu dengan Amar, pelajar asal Indonesia yg sedang menempuh master disana.

Alice; ‘’Amar, my father want to invite you. You dont eat pork right? but..I have a dog. dont worry my dog is very cute..”

……* undangan kan wajib kan ya, apa lagi ini yang ngundang seorang guru. Aduh, Alice kan aku cuman bilang aku takut dijilatin anjing dan tidak suka liur anjing. Bukan takut sama anjing*….Amar waktu itu bimbang ketika memikirkan tawaran Undangan makan malam.

Alice beda dengan gadis bule lainya. Pakaianya pun sopan, ia selalu berpakain panjang.

“I also dont like clubbing..just dont know what they actually get from doing that..I hate alcohol…”

*aduh kayaknya Pas ya Mar….

Amar…..ini nyata. Kamu tidak sedang dalam novel ayat-ayat cinta karya Habiburahman dimana kamu bertemu sosok Maria. Amar ini nyata.

Tak peduli rumahnya Jauh dan keterbatasan transport umum ke rumah Alice, ia menerima tawaran itu. Setelah ngeprint peta Goldcoast. Ia kesana naik kereta. 1 jam perjalanan.

Sangking semangatnya ia datang terlalu cepat.

“Kan orang sini suka suka on time, aku tak boleh telat” * Amar tapi kan undanganya Jam 6 tapi ini baru jam 5 kamu udah nyampe.

Setelah solat di atas rerumputan di sekitar stasiun kereta api tempat ia turun. Ia langsung menuju alamat yang ada ditanganya.

‘hmmm. What do you like about Indonesia….why do you so enthusiastic to learn Bahasa Indonesia..” dialog-dialog persiapan sedang melayang-layang di angan Amar. Ia terus berjalan mencari rumah itu.

“Yah sejam lagi undanganya”

Amar pun tak berani masuk, ia duduk dibawah pohon 100 m dari rumah Alice.

Lalu sebuah mobil Biru keluar dari rumah tiga tingkat khas Eropa.

“Hi Amar what are you doin sitting on the road here….?

Aduh… Amar kepergok adiknya Alice. Jessica pun segera menyuruh Amar naik mobil. Mengantarnya ke rumanya.

“ Hi Amar..My sister is cooking something for you, special for you…. She also invite our family to welcome you’

Bak setelah minum segalon kopi. Jantung Amar berdetek tak karuan mendengar kata-kata Jessica, kembaran Alice.

………………………………………………………………………………………………………………………

“Do you know that Holland have ever colonialized my country for almost three and half hundred years. They sucked our land a lot” Semua orang dalam meja makan bundar itu tercengang. *aduh Amar, ceroboh ya ceroboh. Orang se Brisbane juga tahu kalo kamu ceroboh..tapi lihat kamu sedang bicara dg siapa. Pelase perhatikan pemilihan kata dalam bahasa inggris. Ketahuan banget kalo English-mu tetap gak brubah-brubah. Apa kamu tak takut mereka tersinggung karena kau ungkit masa lalu kakek nenek mereka? (cuplikan next capter)

And the story begins

Sore itu sebuah cerita dimulai (foto koleksi pribadi)

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

One comment

  1. Umi.getme

    There is nothing right or wrong, just difference.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: