Waktu

Waktu itu relatif. Ada paradox waktu kontroversial yang terkenal dalam fisika. Menurut rumus relativitas Einstein, anak kembar setelah 50 tahun kelahiran maka yang satu tentu saja berumur 50 tahun tapi yg satunya bisa masih berumur 35 tahun padahal lahirnya bersamaan. Rumusnya : t=t0 /(sqrt (1-v^2/c^2))

Waktu itu relatif. Satu hari saja di neraka, lamanya itu terasa 1000 tahun perhitungan waktu manusia di dunia. Ini adalah kata Al-Quran. Tak bakal sanggup diri disiksa barang sekejab di Neraka. Juga bila sehari setara dengan 1000 tahun, maka bila usia kita 63 tahun, sebenarnya kita hidup 1.5 jam saja. Singkat, singkat.

Waktu itu relatif. Bagi orang yg panjang angan-angan, waktunya didunia akan terasa masih panjang dan lapang. Ia menunda-nunda kebaikan. Ia terbuai khayalan. “ah nanti aja, ah masih ada esok”. Emang ada jaminan kita hidup esok? Dan Rusulullah membenci orang yg panjang angan-angan.

Waktu itu relatif, dan beruntunglah yg merasa waktu itu singkat. Hidup “mong mampir ngombe”. Sungguh manusia dasarnya dalam keadaan rugi. Waktu terus melaju, yang hilang tak tergantikan. Waktu seperti pedang.

Sayangnya walau udah mengetahui waktu singkat masih saja menunda-nunda. Emang pahala udah brapa? lalu tak tahu malu memohon surga. Sungguh yg ini lah yang sebenar-benarnya paradox waktu. Sudah tahu hidup singkat namun lembam, diam.

Dan yang perlu diingat,

Waktu itu juga tak berhenti. 30 Maret 2013 itu cuman sekali. Esok udah tanggal 31 Maret 2013. Setahun lagi 30 Maret 2014. Ia tak berulang. Waktu yang hilang tak tergantikan.Itulah kenapa kita dasarnya rugi kerena tak peduli kamu diam atau tidak, waktu akan terus berlari. Bila kemarin selepas bangun tidur waktumu penuh lamunan dan kesia-sia’an. So sorry. Sudah tercatat malaikat “kau tak mendapatkan apa-apa pada 29 Maret 2013 pagi”

Waktu itu juga tak berhenti. Tak peduli kau tidur atau pun mati, bilangan hari akan terus berganti. Hanya tempat saja yang beda. Bila esok mati, maka tempat kita adalah kubur. Bila alam kubur telah dibangkitkan, maka tempat kita adalah akhirat. Dan di akhirat nanti akan ada yang selamanya kekal di neraka. Ada pula yang abadi di surga. Sekekal dan seabadi waktu itu sendiri.

Introspeksi untuk diri sendiri
30 Maret 2013

Waktu terus melaju

Waktu terus melaju

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: