Pelangi dan Fatamorgana

Telah ditakdirkan, dua ilusi cahaya.
Pelangi dan Fatamorgana.

Mereka hadir dari dua alam yang berbeda. Mereka tak akan ketemu.
Pelangi hadir seusai guntur membahana, ketika derai hujan tertembus sayup-sayup cahaya.
Kemudian panas tiba, gerimis dan pelangi pun sirna. Hari kini bertambah panas sangat panas. Tak lama kemudian, ketika cahaya menembus dua lapis udara, datanglah fatamorgana.

Telah ditakdirkan, dua ilusi cahaya.
Pelangi dan Fatamorgana.

Mereka menghiasi dua tempat yang tak sama.
Satunya di langit berlatar awan lebut. Satunya di bumi, di atas gurun pasir menyengat atau di atas aspal hitam keras. Atau di muka salju es yang membeku. Mereka tak akan menyatu.

Telah ditakdirkan, dua ilusi cahaya.
Pelangi dan Fatamorgana.

Dua keindahan, yang bila didatangi akan sirna. Semakin kau mendekatinya mereka akan memudar, lalu benar-benar hilang. Biarlah mereka Indah karena jauh.

Telah ditakdirkan, dua ilusi cahaya.
Pelangi dan Fatamorgana.

Ilusi dua ciptaan Ilahi

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: