Partikel 20. Land Of Midnight Sun

Land Of Midnight Sun

Sejak lama jiwaku telah sampai di sana.
Kutulis dalam bait-bait cerita.
Yang waktu itu entah akan dari mana pintu-pintu
akan terbuka. Karena ku yakin di setiap serpih cita-cita, akan ada cahaya yang membimbing ke sana

Walau kata orang aku “rame” sebenarnya aku sangat mencintai kesunyian. Aku menikmati tengah hari yang terik dengan berada di puncak gunung yang senyap, atau sekedar merendamkan kaki di tepi sungai ketika matahari menyingsing sambil melempar-lempar batu dengan lemparan mendatar sehingga batu akan terpantul-pantul di atas sungai. Lalu berteriak

“Jumlah anaknya berapaaaa…..” *sambil menghitung jumlah pantulan batu.

Malam? Apa lagi malam tentu saja aku menyukainya. Sampai-sampai aku lupa entah sudah berapa kali bermimpi melihat benda-benda langit yang bercahaya seperti begitu dekat. Aku sering bermimpi berada pada suatu malam yang tiba-tiba seperti ada benda langit yang bercahaya. Sinarnya tidak begitu terik membuat langit biru muda, menjadikan air-air berkilau perak. Aku juga sering bermimpi seperti melihat matahari muncul di tengah malam. Membuat alam seperti berpendar. Aku seperti di alam lain. Alam yang hanya aku temui di mimpi.

Aku pernah menceritakan mimpi ini pada temanku. Saat itu kita sedang rihlah di tepi danau Somerset Lake di Brisbane. Aku menceritakan bahwa aku seperti pernah mengalami suasana sore itu dalam mimpi-mimpi, walau tak sama persis. Cahaya mataharinya sejuk, danau biru muda dan senja kemereha-merahan. Saat itu aku merinding. Berikut adalah foto tanpa edit yang berhasil di abadikan temanku menggunakan handphoneku.

Aku duduk di bawah pohon. Sore itu kita menikmati suguhan alam yang menakjubkan, yang belum pernah kami lihat. Kita menikmati senja di pinggir danau, menunggu matahari tenggelam diantara dua bukit. Anak-anak berlari-lari di padang rumput. Bapak-bapak memancing. Ibuk-ibuk asyik berfoto-foto sambil nunggu ikan.

Duhai…….sore itu begitu indah

Menikmati senja (foto Koleksi Pribadi)

Menikmati senja (foto Koleksi Pribadi)

Somerset Lake (foto koleksi probadi)

Somerset Lake (foto koleksi probadi)

Hingga akhirnya hari ini aku sadari, bahwa alam itu benar-benar ada. Alam dimana ketika aku bangun jam 12 malam aku akan melihat matahari. Tak ada hiruk pikuk, tak ada berisik mobil, tak ada suara-suara manusia, karena sebagian penduduknya sedang tertidur pulas. Tapi malam itu aku bangun, Tak kutemui bulan dan bintang. Malamnya terang, lembut kerena matahari seperti bersinar di ujung bumi. Lalu aku berlari mengikuti sinarnya, kutemui danau-danau dan sungai. aku selusuri jalanan malam terang tapi sunyi. Sepi tanpa bintang dan rembulan, karena saat itu adalah “midnight Sun”, matahari tengah malam.

*************************************************************************
Namanya Hajo, dia adalah anak muda yang pada tengan tahun 2012 datang ke center saya di University of queensland Australia, untuk melakukan penelitian singkat untuk melengkapi thesis doktornya di Aalto University. Saya membantu dia merancang percobaan dan menganalisa hasilnya. Dan dari pertemuan ini simpul-simpul keajaiban mulai terhubung. Dia adalah orang yang memperkenalkanku dengan seseorang yang karyanya dalam dunia pengolahan tembaga sudah cukup terkenal, yang akan membawaku ke negeri dimana aku dapat melihat matahari tengah malam, mudah-mudahan, jika Allah mengizinkan

Bersambung,

Video ini adalah video tengah malam di mana ada matahari, anak-anak bermain, mahasiswa pergi bersepeda, pemuda mandi di danau

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

2 comments

  1. Aamiin, I’ll be there too

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: