Beberapa Tips Seleksi Wawancara AusAID (ADS, AAS Australia Award)

Tahun 2007 selepas lulus S1, saya berencana meneruskan S2 ke Australia, ingin sekali masuk UNSW, mungkin karena dosbing adalah lulusan sana. Dan beasiswa yang paling popular untuk ke Aussie adalah AusAID (ADS, AAS, Australia award). Karena masih fresh graduate dan bukan PNS, maka saat mendaftar saya memilih jalur “open”. http://www.australiaawardsindo.or.id/

Saya sangat berhati-hati dalam mengisi formulir ada pertanyaan-pertanyaan penting yang harus dijawab seperti apa yang akan kamu lakukan untuk Indonesia selepas lulus. Saya juga berhati-hati sekali dalam membuat CV. Khusus untuk membuat CV saya meminta bantuan teman saya yang CV nya nyaris “laku” dimana-mana. Jangan sampai ada document yang kurang dan yang tidak dipersiapkan dengan baik karena bisa mempengaruhi seleksi administrasi

Ada dua tahap penting dalam seleksi beasiswa ini yaitu tahap seleksi administrasi dan wawancara. Pada seleksi tahun 2007 saya gagal di tahap wawancara. Saya menyadari persiapan wawancara saya sangatlah kurang. Ketika ditanya issue-issue pertambangan yang lagi hangat (karena saya lulusan tambang metalurgi), saya menjawab dengan kurang meyakinkan. Tahun 2008 saya berangkat ke Australia dengan beasiswa yang lain.

Tahun 2009 saya kembali ke Indonesia dan mendaftar beasiswa AusAID lagi. Tentu saja, saya belajar dari kesalahan-kesalahan yang sebelumnya. Saya lulus administrasi, artinya wawancara kali ini saya harus lulus. Saya menyiapkan dengan matang. Berikut apa-apa yang saya persiapkan saat wawancara:

1. Tahu betul universitas yang akan saya tuju. Kenapa harus tahu betul? Karena saya akan ditanya mau kuliah di universitas mana dan mengapa? Oleh karena itu, saya mencari informasi selengkap-lengkapnya seperti calon supervisor, silabus, lab-lab, fasilitas-fasilitas yang diberikan kampus dan keunggulan universitas tersebut. Sebagai bukti bahwa saya sudah mengenal universitas yang akan saya tuju, saya siapkan document surat-menyurat dari calon supervisor saya.

2. Saya harus tahu kenapa saya memilih jurusan tertentu. Saya telah menyiapkan document-dokument sebagai bukti kuat untuk mendukung argument saya memilih jurusan pyrometallurgy saat wawancara. Waktu itu saya memilih pyrometallurgy karena pada tahun 2014 (waktu itu 2009) akan ada pelarangan ekspor barang tambang mentah (dan sekarang benar-benar terjadi).

Ini artinya Indonesia harus membangun peleburan sendiri agar mampu mengolah bahan tambang yang tidak bisa diekspor tadi. Artinya akan butuh banyak metallurgist. Untuk mendukung argument saya tersebut saat wawancara saya membawa print out undang-undang minerba tentang pelarangan tsb.

3. Tahu betul apa yang akan kita lakukan saat kembali ke Indonesia dan peranya untuk bangsa. ( Karena saat wawancara saya akan ditanya tentang ini). Sebelum wawancara, saya membuat bagan atau flowsheet “repelita” hidup saya selepas saya pulang. Saya buat dalam kertas A4, saya print dan saya bawa saat wawancara. Bagan itu menceritakan apa-apa yang akan saya lakukan selepas saya pulang. Tahun pertama saya akan melakukan A, tahun ke dua saya akan melakukan B dst. Point ini penting banget karena salah satu tujuan beasiswa ini adalah dalam rangka mendukung kemajuan Indonesia, jadi kita harus tahu apa yg akan kita berikan dan bagaimana kita berguna untuk Indonesia.

4. Tahu tentang Australia, budaya, juga termasuk tentang iklim. Iklim bisa menjadi isu penting pagi orang Indonesia karena bisa menjadi penghambat belajar missal karena gak tahan dingin atau gak tahan panas (awal tahun 2009 Australia mengalami bencana heatwave dan banyak orang meninggal, suhu di kota Adelaide waktu itu mencapai 48oC. Banyak teman saya yang mimisan karenanya). Oleh karena itu kiat harus tahu bagaimana untuk menghadapi pergantian musim dan cara-caranya sehingga tidak menggangu proses belajar mengajar. Waktu itu saja ditanya “bagaiman kalo panas banget dan flat mu tdk ada AC” saya jawab “saya akan ngadem di mall pak atau di perpustakaan sambil belajar”

5. Tahu issue-issue terkini yang ada di dunia dan Indonesia, juga yang berhubungan dengan rencana studi kita. Sebagai contoh saya banyak ditanya tentang issue pertambangan dan rencana pembangunan pabrik pengolahan untuk mengolah barang tambang yang tak boleh di ekspor, seperti lokasi pembangunan pabrik. Issue lingkungan dan isu kebijakan pemerintah dll.

6. Tahu kekurangan-kekurangan kita dan tahu bagaimana mengatasinya. Karena pada prinsipnya pemberi beasiswa ingin kita lulus sekolah. Jangan sampai ada factor-faktor penghambat internal dan eksternal yang tak mampu diatasi. Saya ditanya nanti bagaimana kalo jauh dari keluarga? Nanti bagaimana kalo makanan tidak cocok?

Mungkin itu yang bisa saya share. Selamat mencoba
oh iya all interview is in English

University of Queensland (foto koleksi pribadi)

University of Queensland (foto koleksi pribadi)

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

7 comments

  1. Terima kasih informasinya Mas Imam, semoga Allah membalas dg kebaikan 🙂

  2. budi

    Hallo Mas Imam,
    saya baru baca2 pangalaman IELTS yg Mas Imam tulis disini.
    klo Mas Imam ga keberatan dan sempat, boleh saya minta contoh CV Mas dan teman Mas yg katanya “laku” itu? hehe

  3. indri

    Wah mas imam, boleh ya tanya ttg cv yang baik seperti apa? Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: