Sukses terbesar

Kemarin saya ada conference motivasi via whatsapp dan mendapat pertanyaan yang saya kopikan di bawah. Saya pun menjawab, pahala yang didapatkan oleh adiknya yg menjadi dokter ketika mengobati dengan ihklas orang yang membutuhkan, pahala yang didapatkan oleh adiknya yang jd arsitek yang membangun gedung-gedung yg kokoh, semua juga akan mengalir kepada kakak pertama, menjadi pahalanya juga. Bagi kakak pertama, sukses adalah bila ia telah mensukseskan orang lain. Ia juga akan mendapatkan pahala dari orang-orang yang ia sukseskan. Kalaupun ia mati pahalanya akan tetap mengalir ketika orang-orang yang ia bantu melakukan apa-apa yang baik.

Begini isi pertanyaanya.

Gini kak, setelah melihat kk, aku mengerti kalau keduanya bisa jalan samasama, tp gmn dg kisah ini:

“Oh, putra ibu sudah lama bekerja di singapura?”
“Alhadulillah lumayan. Sekarang katanya sudah jadi permanent resident begitu. Ibu juga g ngerti apa maksudnya, he… He.. Yg jelas jadi arsitek. Tukang gambar gedung.”

Si pemuda tertegun. Arsitek? PR (permanent Residence) di Singapura? Hebat!

“Oh ya, putra Ibu ada berapa?”
“Alhamdulillah Nak, ada 4, yg di singapura ini yg ke 2, yg ke 3 sudah jd dokter bedah di jakarta, yg ke 4 sedang ambil s2 di jerman. Dia mendapat beasiswa.”

“MasyaAllah. Luar biasa. Alangkah bahagia mjd ibu dri putra2 yg sukses. Saya kagum sekali pd ibu yg berhasil mendidik mereka.”

Si ibu mengangguk2 dan berulang kali mengucap, Alhamdulillah… Lirih. Matanya berkaca2

“Oh iya maaf bu.. Bagaimana dg putra ibu yg pertama?”

Si ibu menundukan kepala. Sejenak tangannya memainkan sabuk keselamatan yg terpasang di pinggang. Lalu dia tatp lekat2 si pemuda.

“Dia tinggal di kampung nak, bersama dg ibu. Dia bertani, meneruskan menggarap secuil sawah peninggalan bpknya.”

Si ibu terdiam. Beliau menghela napas panjang, mnegakkan kepala. Tapi kemudian menggeleng, menerawang ke arah jendela sambil mengulum senyum yg entah apa artinya. Si pemuda menyesal telah bertanya. Betul2 menyesal. Dia ikut prihatin..

“Maaf bu, kalau pertanyaan saya menyinggung Ibu. Ibu mungkin aedih krn tidak bisa membanggakan putra pertama ibu sebagaimana putra2 ibu yg lain”

“Oh tdk nak, bukan begitu!

Si ibu cepat2 menatap tajam namun lembut pd si pemuda. “ibu justru sangat bangga pd putra pertama ibu itu. Sangat2 bangga..! Si ibu menepuk2 pundak pemuda dg mata berbinar seolah dialah sang putra pertama.

“Ibu bangga sekali padanya, krn dialah yg rela membanting tulang dan menguras tenaga untuk membiayai sekolah adik2nya. Bahkan dialah yg senantiasa mendorong, menasehati, dan mengirimi surat penyemangat saat mereka di rantau. Tanpa dia, adik2nya takkan mungkin jd spt skrg ini! Sang ibu terisak.

Sunyi. Tak ada kata.

Pemda itu mengambil sapu tangan. Genangan di matanya tumpah.

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

2 comments

  1. Dapat kuncinya “sukses adalah ketika bisa mensukseskan orang lain” 🙂

  2. agasmhndr

    Sukses dari point of view yang berbeda ya. Menarik 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: