Tentang Jejak di Alam

Dalam dunia meteorologi:
Kondisi udara dapat mencerminkan keadaan kehidupan di muka pada waktu tertentu. Ketika kandungan CO2 dalam udara relatif tinggi maka dapat dikatakan kehidupan di muka bumi waktu itu telah menghasilkan banyak emisi CO2. Ketika salju turun di kutub, ia dapat mengandung gelembung-gelembung udara mungil (dan tentunya ada CO2 nya) yang terjebak di dalamnya. Seperti air hujan, di dalamnya ada gelembung-gelembung udara. Atau air dalam gelas yang kita minum, di dalamnya ada gembung-gelembung mungil.

Dari tahun-ketahun, sejak ribuan tahun silam, salju ini menumpuk tanpa meleleh yang artinya gelembung udara yang ada di dalamnya akan terkunci kerena tak bisa menembus es yang keras, alias akan terawetkan. Tentu saja lapisan es yang berada lebih bawah adalah lebih tua dari yang di atasnya, karena salju yang turun pada musim dingin berikutnya akan tertumpuk diatasnya, begitu seterusnya. Dengan mengebor gunung es sampai kedalaman tertentu, maka ilmuan dapat memperoleh sampel gelembung-gelembung udara mungil dari kedalaman yang berbeda-beda. Artinya ilmuan dapat merekam ulang kondisi udara di muka bumi (dari kandungan CO2 dr gelembung dalam es) sejak ribuan tahun silam sampai sekarang.

Jejak peninggalan kehidupan manusia terekam oleh alam.

Dalam dunia Metalurgi:
Ada namanya deret radioaktif. Deret ini menceritakan tentang logam radioaktif yang terus berubah menjadi logam-logam lain sampai terbentuk logam yang stabil. Contohnya ada yang namanya deret Uranium di mana uranium dapat berubah dengan kecepatan tertentu menjadi thorium kemudian menjadi radium, radon, polonium dan akhirnya menjadi timbal. Misalkan saat ini ada polonium, maka ilmuan dapat menghitung mundur ribuan tahun silam polonium ini berwujut seperti apa.

Jejak kehidupan logam-logam tadi dapat di rekonstruksi ulang.

Itulah alam. Ajaib. Ia benar-benar merekam aktivitasnya, termasuk aktivitas manusia. Air, gunung, dan lautan, di dalamnya tersimpan cerminan perilaku manusia.

Dan karena alam berisi rekaman, maka alam dapat menjadi saksi atau bukti. Artinya dalam kehidupan sekarang ini saja, alam dapat menceritakan banyak berita tentang kehidupan seorang anak manusia di kalanya. Lantas bagaimana di akhirat?

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya” (Al-Zalzalah : 4)

Gelembung Udara di dalam ice core antartika (gambar dari http://www.nbcnews.com)

Gelembung Udara di dalam ice core antartika
(gambar dari http://www.nbcnews.com)

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

One comment

  1. selalu tentang ilmu pengetahuan. terimakasih. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: