Kan ku kejar engkau sampai ke London

Tahun 2012 saya mendapat email dari adik kelas saya yang sangat mengharukan dan membuat merinding. Bagi anak yang baru lulus SMA, lalu berada di kondisi teramat susah, mungkin banyak yang nyerah, mundur dan menghentikan harapan dan cita-cita. Tapi ia tak menyerah pada takdir yang dihadapi. Mimpinya sudah jauh meninggalkan galaksi ini. Tak ada cerita untuk sekedar kembali ke atmosfir bumi atau jatuh ke bintang terdekat.

Siapa sangka kemudian anak ini menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya, lulus cumlaude. Wajahnya udah sering muncul di stasiun TV maupun koran-koran nasional. Menghadiri undangan di kampus-kampus ternama untuk berbagi inspirasi. Lukisanya pun telah sampai ke manca negara.

Lantas seperti apa suratnya itu? Saya sudah minta izin ke beliau untuk membagi surat ini kepada adik-adik yang lain. Bahwa terpuruk pada kondisi apapun tak boleh membuat semangat hilang apalagi cita-cita tenggelam.

Berikut suratnya

mulai awal q pgen sekali masuk di Institute Seni Indonesia di jogja, karna disanalah tempat seniman2 besar di indonesia, namun saat tes saya gagal.. sedikit terpukul waktu itu, lalu sya khan pernah ikut sosialisasi bersama panjenengan&pk.hartono di mushola SMANA dlu, masih ingat khan mas,,?? waktu itu semangatku membara, tak menyangka bisa bertemu panjenengan secara langsung………………….(some texts deleted)…………………………. panjenengan lewat FB..

saat itu semangatku terpacu ingin sekali masuk di ITB & bisa menimba ilmu disana,, berbekal uang Rp.150.000 ……….(some texts deleted)……….. saya memberanikan diri ikut SNMPTN tulis dg pilihan pertma ITB, & pilihan ke-2 di Unibraw.. tapi Allah berkata lain, ITB yg semula menjadi harapan baru bagiku ternyata saya g ketrima, & Alhamdulillahnya saya ketrima di pilihan ke-2 di Unibraw Malang..

saat itu saya senang2 cemas, karna saya ketrima tapi disisi lain sya terbentur masalah dana.. semenjak kelas 2 SMA saya menjadi keluarga brokenhome, saya dari dlu g pernah dapat kasih sayang penuh dari seorang ayah,, dari kecil ayah&ibuku sering berantem dan puncaknya pada saat saya kelas 2 SMA keluarga kamipun hancur.. saat itu pulalah kami mempunyai hutang banyak di Bank, satu persatu barang elektronik dirumah mulai disita oleh Bank, lalu motor yg biasa saya buat berangkat sekolah akhirnya disita jga, & akhirnya saya sering nunut & naik sepeda ontel dg jarak 7km.. karna hutang yg tak terlunasi jga rumah kami disita oleh Bank akhirnya saya dan ibu diusir dari rumah,, mulai detik itu kami g punya apa2 kecuali Allah,,

saya dan ibupun mulai hidup baru, yakni tinggal dirumah nenek.. ibu yg pekerjaannya sebagai pedagang hanya mencukipi keseharian saja, & alhamdulillah ibu sanggup membiayaiku sampai lulus SMA di SMANA namun dg meninggalkan banyak hutang..

saat ini hutang ibu sangat banyak, sampek jutaan, & kemaren waktu pembayaran saya di sempat down, karna pihak UB tak memberi keringanan sedikit pun, lalu esoknya saya coba lagi & alhamduillah saya dapat penundaan pembayaran yg awalnya berjumlah Rp.2.285.000 sya bisa mencicilnya dg uang awal Rp.500.000 namun sisanya yg Rp1.785.000 harus dilunasi pada tgl 10 september & sampai saat ini sya belum bisa membayarnya..

lalu sehabis itu sya dapat almamater, beberapa minggu kemudian ada pengumuman biaya golongan & ternyata sya masuk golongan 4 & harus membayar sejumlah Rp.7.660.000 pertama sya mengajukan keringanan, padahal sudah sya critakan keadaan ekonomi saya, namun sama sekali tidak ada tanggapan.. lalu saya berusha kembali minta penundaan, sya critakan kembali keaadaan ekonomi sya, ternyata pihak UB menyanggupi harus byar 2jt dlu,, sya pun menyanggupinya padahal saat itu sya tidak punya uang sebesar itu.. lalu sya langsung pulang ke jember cari hutangan ke tetengga2.. hasilnya sulit sekali dapat.. dan saat itu hari terakhir tepatnya kemaren sya terus berusaha da Alhamdulillah dapat hutangan, lalu sya minta tolong ke MS.YITNO & MS.IKHSAN.. Alhamdulillah jm 11 malem baru selesai & itu adalah menit2 terakhir pembayaran..

& sekarang Ibu mempunyai hutang sangat banyak, & ibbu setelah itu sudah anggkat tangan untuk membiayaiku kuliah.. sya sekarang hanya bisa berharap ke Allah, dan berusaha mas..

dari kmren saya coba hubungi panjengen,. & ingin memecahkan masalah ini,,,

 

Itulan suratnya,

Tapi apakah kondisi seperti di atas membuat Erwin harus mengubur cita-citanya dalam-dalam?

TIDAK. NO WAY!!!

Ibunya Erwin adalah penjual tahu di desa. Selama setahun ketika kuliah di Malang, ia harus jualan untuk bertahan hidup. Pernah bangkrut ketika jualan es teh dan nasi bungkus karena ada pembeli yang tak mau bayar. Tapi Alhamdulillah, pada tahun ke dua ia mendapat kuota bidik misi yang kosong.

Kesempatan mendapatkan beasiswa bidik misa tak ia sia-siakan. Ia gunakan waktu kulianya untuk berlomba-lomba meraih prestasi sehingga lukisannya banyak di apresiasi oleh tokoh-tokoh nasional seperti Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Najwa Shihab, Andy F. Noya, Deddy Corbuzier.  Pesanan juga datang dari manca negara seperti  Malaysia, Thailand, Arab, dan Amerika.

Erwin pernah masuk acara hitam putih. Ini linknya

Erwin masuk acara si unyil. Ini linknya

Pernah mengadakan pameran tunggal

Pameran Tunggal Erwin

Pameran Tunggal Erwin

Kompas Malang

Erwin pelukis (Kompas)

Erwin pelukis (Kompas)

Jawapos Jember

Melukis dengan selotip (jawapos)

Melukis dengan selotip (jawapos)

 

Hidup itu tidak seperti apa yang kita ingini, tapi seperti yang kita jalani. Walaupun kondisi susah selayaknya bukan untuk diratapi, tapi untuk tetap disyukuri. Bahkan antara orang-orang berkondisi seperti ini dengan penguasa langit dan bumi telah hilang hijabnya, sehingga doa-doa nya mustajab.

Sekarang Erwin sedang mempersiapkan sekolahnya ke London.

Terimakasih buat Mbak Wulan dan Mas Charly, sungguh hanya Allah yang bisa membalas semua jasa-jasamu.

 

 

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: