Pengalaman pertama kali jari-jari membeku akut

Alkisah hari ini berangkat ke kampus dengan jaket tebal, karena suhu dingin, bahkan besok akan lebih dingin lagi, 20 derajat di bawah nol. Oh, Finlandia, hari ini engkau begitu dingin.

Karena microwave rusak, setelah menaruh bahan di dalam reaktor, saya pun memutuskan ke toko 2nd hand untuk membeli yang bekas dan dapat harga 25 Euro. Setelah membayar di kasir, saya pun menjinjing microwave yang saya beli tadi menuju stopan bus terdekat berjarak 500 m. Suhu udara luar menunjukkan angka minus 17 derajat. Jaket tebal udah, penutup kepala udah, eh lupa sarung tangan.

Dengan jari terbuka saya pun menenteng microwave yang beratnya sekitar 15 kg. Setelah 6 menit jalan, sampailah di stopan bus. Saya pun menaruhanya di bangku sambil menunggu bus datang. Eh ternyta tiba-tiba jari-jari saya kaku tak berasa seperti jari-jari palsu yang menempel di telapak tangan. Mencoba kutekuk-tekukkan tapi gak bisa. Memasukkannya ke saku jaket pun tetap tak berasa. Mati, benar mati rasa. Jadi ingat anak-anak zaman dulu sebelum datang ke dukun sunat, orang tua biasanya merendam anaknya di air dingin ber es agar ketika di khitan rasa sakit jd berkurang. Saya beruntung dulu khitanya ke dokter jadi di bius pake obat hehe.

Papan jam di stopan bus masih menunjukkan kalo bus datang 2 menit lagi. Segela cara saya coba untuk memulihkan jari.

“Huuuh..Huuuh..huuuh.”, saya pun mangap-mangap, berusaha mengeluarkan seluruh nafas panas dari dalam paru-paru sekuat-kuatnya dengan 10 jari masuk ke mulut.

Bus pun datang, masuk lalu duduk. Dan tentu saja karena di dalam bus itu hangat, jari-jari pun mulai tak kaku. Namun di luar dugaan. Saya lupa kalau ketika kulit mulai hangat, saat itu lah saraf-saraf mulai jalan lagi:

Bak ketiban batu sejuta ton, jari-jari ini terasa remuk, nyeri sejadi-jadinya. Pengen berteriak tapi di dalam bus banyak orang. Nyerinya melebihi sakit gigi. Sempat kepikir kisah cold burn para pendaki es yang harus diamputasi kakinya karena keidinginan.

Sambil terus meniup-niup pakai nafas dan kesakitan, sambil kepikiran yg tidak-tidak. Tiba-tiba datang mbak-mbak dan langsung duduk di depan.

Kamu mau sarung tanganku?

Suhu beku

Suhu beku

Iklan

About Imam Santoso

I'am a metallurgist who love writing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: